Sejarah Keuskupan

BREVE STORIA

Tahun 1537: kehadiran Gereja Lokal Keuskupan Agung Makassar/KAMS (dulu KAUP) berawal ketika 2 orang putra bangsawan asal Sulawesi Selatan dibaptis di Ternate. Mereka kembali ke daerah asalnya dan mengajak kerabatnya menjadi Katolik.

Tahun 1544: seorang Portugis, Antonio de Payva, datang ke wilayah ini mencari kayu cendana. Kedatangannya mendapat sambutan positif dari dua raja setempat yang kemudian memberikan dirinya dibaptis, yaitu Raja Suppa (Parepare) dan Raja Sian (Pangkajene) bersama dengan para pengiringnya.

18 November 1667: diadakan Perjanjian Bungaya sesudah Sultan Hasanuddin kalah melawan Belanda. Akibatnya semua orang Portugis, termasuk tenaga misionaris, diharuskan meninggalkan Makassar. Dua abad sesudahnya Gereja mengalami masa yang sangat sulit.

Desember 1892: P. A. Asselbergs, SJ berkunjung ke Sulawesi Selatan. Sejak saat itu Gereja mulai berkembang ke luar dari kota Makassar.

Tahun 1910: P. H. Leemker, SJ meninjau Kota Palopo dan Rantepao. Perkembangan itu semakin meluas ketika P. C. de Bruijn, MSC membaptis 7 orang Toraja Barat (Sepang), 2 dari Enrekang dan seorang dari Kalosi.

Tahun 1929: Perkembangan tersebut berlanjut ke Sulawesi Tenggara dengan hadirnya P. J. Spelz, MSC sebagai pastor pertama di Raha.

13 Apil 1937: Gereja di wilayah ini ditetapkan sebagai Prefektur Apostolik Makassar; sejak saat itu tugas penggembalaan dipercayakan kepada Kongregasi Hati Maria Tak Bernoda (CICM). 11 Juni 1937: Mgr. Gerard Martens, CICM diangkat sebagai Prefek Apostolik Makassar.

13 Mei 1948: Status Prefektur Apostolik Makassar ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Makassar dengan Mgr. N.M. Schneiders, CICM sebagai Vikaris Apostolik/Uskup pertama.

3 Januari 1961: Hirarki Indonesia didirikan; Sulawesi dan Maluku menjadi satu propinsi gerejawi dan Makassar ditetapkan sebagai Keuskupan Agung Makassar.

 

 

Pimpinan Keuskupan Agung Makassar dari waktu ke waktu:

1937 – 1948                    : Mgr. Gerard Martens, CICM

1948 – 1973                    : Mgr. N.M.Schneiders, CICM

1973 – 1981                    : Mgr. DR. Theodorus Lumanauw

1981 –  Mei1994              : Mgr. DR. Frans van Roessel, CICM

 Mei 1994 – sekarang      : Mgr. DR. Johannes Liku-Ada’, SEMBOYAN: Illum

  oportet crescere (Yoh.3:30).

 

LUAS KEUSKUPAN        : 100.623 km2

MELIPUTI PROVINSI     : Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi

                                        Barat

 

JUMLAH PAROKI           : 48 Paroki (Kevikepan Makassar 14 Paroki;

                                        Kevikepan Toraja 12 Paroki; Kevikepan Luwu 8

  Paroki; Kevikepan Sultra 7 Paroki dan Kevikepan  

  Sulbar 7 Paroki)

 

JUMLAH GEREJA STASI: 544 Stasi

UMAT KATOLIK             : 157.967 jiwa (data 2017)

UMAT KRISTEN             : 925.326 jiwa (data 2017)

UMAT NON-KRISTEN    : 11,236.347 jiwa (data 2017)

IMAM PROJO                 : 100 orang (data 2018)

IMAM CICM                    : 7 orang (data 2018)

IMAM MSC                     : 4 orang (data 2018)

IMAM CMF                      : 3 orang (data 2018)

IMAM SVD                      : 3 orang (data 2018)

FRATER HHK                 : 84 orang (data 2017)

FRATER CMM                : 11 orang (data 2017)

SUSTER JMJ                 : 109 orang (data 2018)

SUSTER BKK                 : 3 orang (data 2017)

SUSTER CIJ                  : 7 orang (data 2018)

SUSTER SFIC                : 8 orang (data 2018)

SUSTER CLARETIAN    : 3 orang (data 2017)

SUSTER MC                  : 3 orang (data 2017)

SUSTER FMM                : 5 orang (data 2018)