Profil

Paroki St. Theresia Rantepao tercatat melakukan baptisan pertama sejak 1 Oktober 1946. Sebelumnya di Paroki Hati Maria Tak Bernoda Makale. Berdasarkan data statistik umat paroki tahun 2019, Paroki St. Theresia Rantepao memiliki  12.830 KK atau sebanyak 10.151 umat yang tersebar di 11 rukun (rukun Santa Maria, Santa Anna, santo Fransiskus, Santo Paulus, Santo Petrus, Santo Yoseph, Santo Yakobus) dan 20 stasi.

Di bulan Juli 1946, sebuah gedung gereja bambu mulai didirikan di atas tanah yang berukuran: 8 x 20 m; berlantai tanah keras dan beratapkan daun nipah (sagu) serta panggung altar papan. Berlokasi disebelah barat pasar, yang sekarang jalan Monginsidi No. 37, Rantepao.

Tepat 7 Desember 1946 gedung gereja tersebut resmi dipakai setelah diberkati oleh Pastor. Pembaptisan pertama dilaksanakan 31 Oktober 1947 atas nama Markus Minggu.

Barangkali konstruksi gedung gereja tersebut kurang kuat, sehingga rubuhlah gereja itu pada 22 Desember 1950 namun semangat hidup iman umat semakin teguh dan jumlah umat bertambah.

Gedung gereja darurat dibangun lagi namun apa daya, gereja tersebut terbakar, tgl 6 Januari 1955, karna Pastor lupa, memadampak api lilin di kandang Natal,setelah Misa Kudus, Pesta Tiga Raja atau Hari Raya Penampakan Tuhan.

Untuk sementara asrama siswa-SGB (Sekolah guru Bawah) saat itu terpaksa dijadikan gereja darurat. Medio November 1956, pembangunan gereja permanen dimulai, juga pastoran dan gedung sekolah..

Tepat 13 Agustus 1957 gedung gereja tersebut yang berada di wabah perlindungan Santa Theresia Lisieux (1873 - 1897) atau Santa Kanak-kanak Yesus diberkati oleh Mgr. N.M. Schneiders, CICM. Setelah gedung gereja ini termakan usia, 32 tahun, dibangunlah sebuah gedung gereja besar dan megah, (25 x 50 m) pada tahun 1989 dan diresmikan tepat 3 Agustus 1998 oleh Mgr. John Liku Ada’ Pr. Demi kelancaran pelayanan umat secara administrative dibangunlah sebuah Kantor Paroki atas inisiatif DEPA yang didukung oleh umat pada awal tahun 2000, dan diresmikan pada awal Oktober 2001.          

Hal Spesifik : - Sejak medio 2000, Paroki ini mulai belajar hidup mandiri

                         : - Awal November 2002, diberi Pastor Asisten Misa Hari Minggu 

Data Sipil :

Paroki Santa Theresia Lisieux Rantepao terletak di Kecamatan: Rantepao, Sanggalangi’, Tondon Nanggala; Kabupaten Tana Toraja; Provinsi: Sulawesi Selatan

Bagian Utara dan Timur berbatasan dengan Paroki Sanabo, bagian Barat dengan paroki Deri dan Selatan berbatasan dengan Paroki Nonongan, dan Paroki Sangalla’.

Situasi medan Geografis: mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Juga dengan pesawat dari Bandara Rantetayo.

Jarak dari Keuskupan Lewat jalan darat dengan mobil / motor, Lama perjalanan 7 - 8 Jam.

Paroki St. Theresia Rantepao memiliki Akta Pengurus Gereja Dan Papa Miskin Roma Katolik Paroki “Santa Theresia” Rantepao, No.25 tanggal 30 Nopember 2005 dengan nomor registrasi gereja yang terdaftar di Bimas Katolik RI 243002201606285.

 Pastor Paroki dan Para Pastor

Pastor Paroki yang masih menjabat saat ini adalah P. Natanael Runtung, Pr (2015-Sekarang) dan P. Gregorius Valens Mariang, Pr (2016-Sekarang) sebagai Pastor Bantu. Pastor yang pernah melayani di paroki ini sebagai pastor paroki, pastor vikaris parokial maupun asisten tetap adalah P. Louis De Vos, CICM (1981-..), P. Arie Maitimo, Pr (1981), P. Stefanus Salenda, Pr (1986-1989), P. Elisius Tanan, Pr (1989-1992), P. Marinus Nggasai, Pr (1991-1994), P.Patrick Galla’, Pr (1992-1998), P. Natanael Runtung, Pr (1998-2000), P. Frans Arring, Pr (2000-2003), P. Albert Tangki Raya, Pr (2003-2007), P. Markus Paretta, Pr (2007-2011), P. Carolus Patampang, Pr (2002-2007), P. Yohanes Berchmans Da Cunha, Pr (2002-2007), P. Marthin Paongan Solon, Pr (2008-2010), P. Leo Matheus Arruan, Pr (2011-2015).

Sekretariat

Jl. Monginsidi No. 37

Rantepao 91831

Toraja Utara, Sulawesi Selatan 

Telp    : (0423) 21056, 23840

Official Website

Peta Lokasi